Jumat, 30 Maret 2012

MENGENAL IP VERSI 6

IP VERSI 6
Saat ini untuk request IP address dilakukan melalui lembaga yang telah ditunjuk
oleh IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yang ditentukan berdasarkan wilayah,
diantaranya adalah APNIC (Asia Pacific Network Information Center) yang khusus
menangani request IP address untuk wilayah Asia Pasifik, diantaranya wilayah yang
dilayani oleh APNIC adalah Indonesia. Organisasi serupa yang menangani kawasan
Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, dan Afrika Sub Sahara adalah ARIN, sedangkan
di Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Afrika adalah RIPENCC.
IP address yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer
pada jaringan/ Internet memang merupakan komponen vital pada Internet, karena tanpa IP
address sudah pasti tidak akan dikenal Internet. Setiap komputer yang terhubung ke Internet
setidaknya harus memiliki sebuah IP address pada setiap interfacenya dan IP address
sendiri harus unik karena tidak boleh ada komputer/server/perangkat network lainnya yang
menggunakan IP address yang sama di Internet. IP address adalah sederetan bilangan
binary sepanjang 32 bit, yang dipakai untuk mengidentifikasi host pada jaringan. IP address
ini diberikan secara unik pada masing-masing komputer/host yang tersambung ke internet.
Packet yang membawa data, dimuati IP address dari komputer pengirim data, dan IP
address dari komputer yang dituju, kemudian data tersebut dikirim ke jaringan. Packet ini
kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman pada IP address tersebut,
menuju ke komputer yang dituju. Seluruh host/komputer yang tersambung ke Internet,
dibedakan hanya berdasarkan IP address ini, jadi jelaslah bahwa tidak boleh terjadi
duplikasi. Sehingga IP address ini dibagikan oleh beberapa organisasi yang memiliki
otoritas atas pembagian IP address tersebut, seperti APNIC (Asia Pacific Network
Information Center).
Pada IPv4 ada 3 jenis Kelas, tergantung dari besarnya bagian host, yaitu kelas A
(bagian hostsepanjang 24 bit , IP address dapat diberikan pada 16,7 juta host) , kelas B
(bagian host sepanjang 16 bit = 65534 host) dan kelas C (bagian host sepanjang 8 bit = 254
host ). Administrator jaringan mengajukan permohonan jenis kelas berdasarkan skala
jaringan yang dikelolanya. Konsep kelas ini memiliki keuntungan yaitu : pengelolaan rute
informasi tidak memerlukan seluruh 32 bittersebut, melainkan cukup hanya bagian
jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil.
Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas
memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya. Pemberian alamat dalam
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 2 -
internet mengikuti format IP address (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit
(bilangan 1 dan 0) yang dibagi atas 4 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 8 bit atau
oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan
pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya 100.3.1.100 yang
jika dinyatakan dalam binary menjadi 01100100.00000011.00000001.01100100. Dari 32
bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskan adalah 2 pangkat
32, atau 4.294.967.296 alamat. Format alamat ini terdiri dari 2 bagian, netid dan hostid.
Netid sendiri menyatakan alamat jaringansedangkan hostid menyatakan alamat lokal
(host/router). Dari 32 bit ini, tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk
jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast). Dalam
penerapannya, alamat internet ini diklasifikasikan ke dalam kelas (A-E). Alasan klasifikasi
ini antara lain :
1. Memudahkan sistem pengelolaan dan pengaturan alamat-alamat.
2. Memanfaatkan jumlah alamat yang ada secara optimum (tidak ada alamat yang
terlewat).
3. Memudahkan pengorganisasian jaringan di seluruh dunia dengan membedakan jaringan
tersebut termasuk kategori besar, menengah, atau kecil.
4. Membedakan antara alamat untuk jaringan dan alamat untuk host/router.
Pada tabel dibawah dijelaskan mengenai ketersediaan IPv4 berdasarkan data
dari APNIC sampaiakhir tahun 1999 yang lalu dan total IP yang sudah dialokasikan ke tiap
– tiap negara di Asia Pasifik.
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 3 -
Perkembangan Internet dan network akhir-akhir ini telah membuat Internet
Protocol (IP) yang merupakan tulang punggung networking berbasis TCP/IP dengan cepat
menjadi ketinggalan zaman, saat ini berbagai macam aplikasi yang menggunakan Internet,
diantaranya transfer file (ftp), surat elektronik (e-mail), akses jarak jauh (remote access),
Multimedia menggunakan Internet, dan lain sebagainya. Perkembangan ini telah membuat
terlampauinya kapasitas jaringan berbasis IP untuk mensuplai layanan dan fungsi yang
diperlukan. Sebuah lingkungan seperti Internet membutuhkan dukungan pada lalu-lintas
data secara real-time maupun fungsi sekuriti. Kebutuhan akan fungsi sekuriti ini saat ini
sangat sulit dipenuhi oleh IP versi 4 atau sering disebut IPv4. Hal ini mendorong para ahli
untuk merumuskan Internet Protocol baru untuk menanggulangi keterbatasan resource
Internet Protocol yang sudah mulai habis serta menciptakan Internet Protocol yang
memiliki fungsi sekuriti yang reliability.
Pada tanggal 25 Juli di Toronto pada saat pertemuan IETF telah
direkomendasikan penggunaan IPv6 atau ada yang menyebutnya dengan IPng (IP next
generation) yang dilatarbelakangi oleh keterbatasan IPv4 yang saat ini memiliki panjang 32
bit, akibat ledakan pertumbuhan jaringan. Pengembangan IPv6, atau ada yang menyebutkan
dengan nama IP Next Generation yang direkomendasikan pada pertemuan IETF di Toronto
tanggal 25 Juli 1994 dilatarbelakangi olehkekurangan IP address yang saat ini memiliki
panjang 32 bit, akibat ledakan pertumbuhan jaringan. IPv6 merupakan versi baru dari IP
yang merupakan pengembangan dari IPv4. Keunggulan IPv6 :
a. Otomatisasi berbagai setting / Stateless-less auto-configuration (plug&play)
Address pada IPv4 pada dasarnya statis terhadap host. Biasanya diberikan
secara berurut pada host. Memang saat ini hal di atas bisa dilakukan secara otomatis dengan
menggunakan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), tetapi hal tersebut pada IPv4
merupakan fungsi tambahan saja, sebaliknya pada IPv6 fungsi untuk mensetting secara
otomatis disediakan secara standar dan merupakan defaultnya. Pada setting otomatis ini
terdapat 2 cara tergantung dari penggunaan address, yaitu setting otomatis stateless dan
statefull.. Setting otomatis stateless, pada cara ini tidak perlu menyediakan server untuk
pengelolaan dan pembagian IP address, hanya mensetting router saja dimana host yang
telah tersambung di jaringan dari router yang ada pada jaringan tersebut memperoleh prefix
dari address dari jaringan tersebut. Kemudian host menambah pattern bit yang diperoleh
dari informasi yang unik terhadap host, lalu membuat IP address sepanjang 128 bit dan
menjadikannya sebagai IP address dari host tersebut. Pada informasi unik bagi host ini,
digunakan antara lain address MAC dari jaringan interface. Pada setting otomatis stateless
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 4 -
ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet atau FDDI karena perlu memberikan
paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC) terhadap satu jaringan, memiliki kelemahan
yaitu efisiensi penggunaan address yang buruk. . Setting otomatis statefull adalah cara
pengelolaan secara ketat dalam hal range IP address yang diberikan pada host dengan
menyediakan server untuk pengelolaan keadaan IP address, dimana cara ini hampir mirip
dengan cara DHCP pada IPv4. Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang
dibutuhkan antara router, server dan host adalah ICMP (Internet Control Message Protocol)
yang telah diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group
management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv4.
A. Keamanan (IP layer privacy and authentication)
Saat ini metode dengan menggunakan S-HTTP(Secure HTTP) untuk pengiriman
nomor kartu kredit, ataupun data pribadi dengan mengenkripsinya, atau mengenkripsi email
dengan PGP (Pretty Good Privacy) telah dipakai secara umum. Akan tetapi cara di
atas adalah securiti yang ditawarkan oleh aplikasi. Dengan kata lain bila ingin memakai
fungsi tersebut maka kita harus memakai aplikasi tersebut. Jika membutuhkan sekuriti pada
komunikasi tanpa tergantung pada aplikasi tertentu maka diperlukan fungsi sekuriti pada
layer TCP atau IP, karena IPv4 tidak mendukung fungsi sekuriti ini kecuali dipasang suatu
aplikasi khusus agar bisa mendukung sekuriti. Dan IPv6 mendukung komunikasi
terenkripsi maupun Authentication pada layer IP. Dengan memiliki fungsi sekuriti pada IP
itu sendiri, maka dapat dilakukan hal seperti packet yang dikirim dari host tertentu
seluruhnya dienkripsi. Pada IPv6 untuk Authentication dan komunikasi terenkripsi
memakai header yang diperluas yang disebut AH (Authentication Header) dan payload
yang dienkripsi yang disebut ESP (Encapsulating Security Payload). Pada komunikasi yang
memerlukan enkripsi kedua atau salah satu header tersebut ditambahkan.
Fungsi sekuriti yang dipakai pada layer aplikasi, misalnya pada S-HTTP dipakai
SSL sebagai metode encripsi, sedangkan pada PGP memakai IDEA sebagai metode
encripsinya. Sedangkan manajemen kunci memakai cara tertentu pula. Sebaliknya, pada
IPv6 tidak ditetapkan cara tertentu dalam metode encripsi dan manajemen kunci. Sehingga
menjadi fleksibel dapat memakai metode manapun. Hal ini dikenal sebagai SA (Security
Association).
Fungsi Sekuriti pada IPv6 selain pemakaian pada komunikasi terenkripsi antar
sepasang host, dapat pula melakukan komunikasi terenkripsi antar jaringan dengan cara
mengenkripsi packet oleh gateway dari 2 jaringan yang melakukan komunikasi tersebut.
Perbaikan utama lain dari IPv6 adalah:
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 5 -
. Streamlined header format and flow identification
. Expanded addressing capability
. More efficient mobility options
. Improved support for options/extensions,
Kegunaan perbaikan tersebut dimaksudkan agar dapat merespon pertumbuhan
Internet, meningkatkan reliability, maupun kemudahan pemakaian. Perubahan terbesar
pada IPv6 adalah perluasan IP address dari 32 bit pada IPv4 menjadi 128 bit. 128 bit ini
adalah ruang address yang kontinyu dengan menghilangkan konsep kelas. Selain itu juga
dilakukan perubahan pada cara penulisan IP address. Jika pada IPv4 32 bit dibagi menjadi
masing-masing 8 bit yang dipisah kan dengan "." dan di tuliskan dengan angka desimal,
maka pada IPv6, 128 bit tersebut dipisahkan menjadi masing-masing 16 bit yang tiap
bagian dipisahkan dengan ":"dan dituliskan dengan hexadesimal. Selain itu diperkenalkan
pula struktur bertingkat agar pengelolaan routing menjadi mudah. Pada CIDR (Classless
Interdomain Routing) table routing diperkecil dengan menggabungkan jadi satu informasi
routing dari sebuah organisasi
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 6 -
Untuk memahami tentang struktur bertingkat address pada IPv6 ini, dengan
melihat contoh pada address untuk provider. Pertama-tama address sepanjang 128 bit
dibagi menjadi beberapa field yang dapat berubah panjang. Jika 3 bit pertama dari address
adalah "010", maka ini adalah ruang bagi provider. Sedangkan n bit berikutnya adalah
registry ID yaitu field yang menunjukkan tempat/lembaga yang memberikan IP address.
Misalnya IP address yang diberikan oleh InterNIC maka field tersebut menjadi "11000".
Selanjutnya m bit berikutnya adalah provider ID, sedangkan o bit berikutnya adalah
Subscriber ID untuk membedakan organisasi yang terdaftar pada provider tersebut.
Kemudian p bit berikutnya adalah Subnet ID, yang menandai kumpulan host yang
tersambung secara topologi dalam jaringan dari organisasi tersebut. Dan yang q=125-
(n+m+o+p) bit terakhir adalah Interface ID, yaitu IP address yang menandai host yang
terdapat dalam grupgrup yang telah ditandai oleh Subnet ID. Subnet ID dan Interface ID ini
bebas diberikan oleh organisasi tersebut. Organisasi bebas menggunakan sisa p+q bit dari
IP address dalam memberikan IP address di dalam organisasinya setelah mendapat 128-
(p+q) bit awal dari IP address. Pada saat itu, administrator dari organisasi tersebut dapat
membagi menjadi bagian sub-jaringan dan host dalam panjang bit yang sesuai, jika
diperlukan dapat pula dibuat lebih terstruktur lagi. Karena panjang bit pada provider ID dan
subscriber ID bisa berubah, maka address yang diberikan pada provider dan jumlah IP
address yang dapat diberikan oleh provider kepada pengguna dapat diberikan secara bebas
sesuai dengan kebutuhan. Pada IPv6 bagian kontrol routing pada address field
disebutprefix, yang dapat dianggap setara dengan jaringan address pada IPv4.
Address IPv6 dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
. Unicast Address (one-to-one) digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan
menunjuk satu host.
Pada Unicast address ini terdiri dari :
Global, address yang digunakan misalnya untuk address provider atau address
geografis. Link Local Address adalah address yang dipakai di dalam satu link saja. Yang
dimaksud link di sini adalah jaringan lokal yang saling tersambung pada satu level.
Address ini dibuat secara otomatis oleh host yang belum mendapat address global, terdiri
dari 10+n bit prefix yang dimulai dengan "FE80" dan field sepanjang 118-n bit yang
menunjukkan nomor host. Link Local Address digunakan pada pemberian IP address
secara otomatis.
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 7 -
Site-local, address yang setara dengan private address, yang dipakai terbatas di
dalam sitesaja. Address ini dapat diberikan bebas, asal unik di dalam site tersebut, namun
tidak bisamengirimkan packet dengan tujuan alamat ini di luar dari site tersebut.
B. Struktur Unicast Address
Pada gambar di bawah dijelaskan mengenai cara kerja pengiriman packet pada
Unicast Address :
. Multicast (one-to-many) yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak dengan
menunjuk host dari group. Multicast Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D,
sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan "FF" disediakan
untuk multicast Address. Ruang ini kemudian dibagi-bagi lagi untuk menentukan range
berlakunya. Kemudian Blockcast address pada IPv4 yang address bagian hostnya
didefinisikan sebagai "1", pada IPv6 sudah termasuk di dalam multicast Address ini.
Blockcast address untuk komunikasi dalam segmen yang sama yang dipisahkan oleh
gateway, sama halnya dengan multicast address dipilah berdasarkan range tujuan.
. Anycast Address, yang menunjuk host dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada
satu host saja.Pada address jenis ini, sebuah address diberikan pada beberapa host, untuk
mendifinisikan kumpulan node. Jika ada packet yang dikirim ke address ini, maka router
akan mengirim packet tersebut ke host terdekat yang memiliki Anycast address sama.
Dengan kata lain pemilik packet menyerahkan pada router tujuan yang paling "cocok"
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 8 -
bagi pengiriman packet tersebut. Pemakaian Anycast Address ini misalnya terhadap
beberapa server yang memberikan layanan seperti DNS (Domain Name Server). Dengan
memberikan Anycast Address yang sama pada server-server tersebut, jika ada packet
yang dikirim oleh client ke address ini, maka router akan memilih server yang terdekat
dan mengirimkan packet tersebut ke server tersebut. Sehingga, beban terhadap server
dapat terdistribusi secara merata.Bagi
Anycast Address ini tidak disediakan ruang khusus. Jika terhadap beberapa
host diberikan sebuah address yang sama, maka address tersebut dianggap sebagai
Anycast Address.
. Reserved, digunakan untuk keperluan dimasa yang akan datang.
C. Struktur Packet pada IPv6
Dalam pendesignan header packet ini, diupayakan agar cost/nilai pemrosesan
header menjadi kecil untuk mendukung komunikasi data yang lebih real time. Misalnya,
address awal dan akhir menjadi dibutuhkan pada setiap packet. Sedangkan pada header
IPv4 ketika packet dipecah-pecah, ada field untuk menyimpan urutan antar packet. Namun
field tersebut tidak terpakai ketika packet tidak dipecah-pecah. Header pada Ipv6 terdiri
dari dua jenis, yang pertama, yaitu field yang dibutuhkan oleh setiap packet disebut header
dasar, sedangkan yang kedua yaitu field yang tidak selalu diperlukan pada packet disebut
header ekstensi, dan header ini didifinisikan terpisah dari header dasar. Header dasar selalu
ada pada setiap packet, sedangkan header tambahan hanya jikadiperlukan diselipkan antara
header dasar dengan data. Header tambahan, saat ini didefinisikan selain bagi penggunaan
ketika packet dipecah, juga didefinisikan bagi fungsi sekuriti dan lain-lain. Header
tambahan ini, diletakkan setelah header dasar, jika dibutuhkan beberapa header maka
header ini akan disambungkan berantai dimulai dari header dasar dan berakhir pada data.
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 9 -
Router hanya perlu memproses header yang
terkecil yang diperlukan saja, sehingga
waktu pemrosesan menjadi lebih cepat.
Hasil dari perbaikan ini, meskipun ukuran
header dasar membesar dari 20 bytes
menjadi 40 bytes namun jumlah field
berkurang dari 12 menjadi 8 buah saja.
Header dari packet pada IPv6
memiliki field label alir (flow-label) yang
digunakan untuk meminta agar packet tersebut diberi perlakuan tertentu oleh router saat
dalam pengiriman (pemberian ‘flag’). Misalnya pada aplikasi multimedia sedapat mungkin
ditransfer secepatnya walaupun kualitasnya sedikit berkurang, sedangkan e-mail ataupun
WWW lebih memerlukan sampai dengan akurat dari pada sifat real time.
Router mengelola skala prioritas maupun resource seperti kapasitas komunikasi
atau kemampuan memproses, dengan berdasar pada label alir ini. Jika pada IPv4 seluruh
packet diperlakukan sama, maka p ada IPv6 ini dengan perlakuan yang berbeda terhadap
tiap packet, tergantung dari isi packet tersebut, dapat diwujudkan komunikasi yang
aplikatif.
D. IPv6 Transition (IPv4 – IPv6)
Untuk mengatasi kendala perbedaan antara IPv4 dan IPv6 serta menjamin
terselenggaranya komunikasi antara pengguna IPv4 dan pengguna IPv6, maka dibuat suatu
metode Hosts – dual stack serta Networks – Tunneling pada hardware jaringan, misalnya
router dan server. Gambar Hosts – dual stack (IPv6 Transition).
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 10 -
Jadi setiap router menerima suatu packet, maka router akan memilah packet
tersebut untuk menentukan protokol yang digunakan, kemudian router tersebut akan
meneruskan ke layer diatasnya.
E. Allokasi IPv6
Kebijakan allokasi IPv6:
. Regular allocations
. Peering dengan = 3 subTLA (Top Level Aggregator) dan
. Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
. Mempunyai = 40 SLA (Site Level Aggregator) customer.
Bootstrap
. Peering dengan = 3 AS (Autonomous System Number) dan
. Merencanakan untuk menyediakan pelayanan IPv6 tidak lebih dari 12 bulan, atau
. Mempunyai = 40 IPv4 customer, atau
. Mempunyai kemampuan 6bone experience.
Untuk mendapatkan allokasi IPv6 dari Asia Pacific Network Information Center
(APNIC), anda harus mengirimkan permohonan IPv6 menggunakan form
http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6-subtla-request.pl , untuk wilayah Indonesia anda bisa
mengirimkan form permohonan IPv6 yang juga bisa diambil dari homepage APNIC:
http://www.apnic.net/apnic-bin/ipv6-subtla-request.pl , kemudian mengirimkan form
tersebut ke ip-request@apjii.or.id , tapi sebelumnya anda mendaftarkan sebagai anggota
APJII untuk mendapatkan pelayanan ini. Saat ini telah terdapat beberapa vendor yang telah
mendukung IPv6, diantaranya:
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 11 -
1. IPv6 Ready: 3Com, Epilogue, Ericsson/Telebit, IBM, Hitachi, KAME, Nortel, Trumpet
2. Beta Testing: Apple, Cisco, Compaq, HP, Linux community, Sun, Microsoft.
3. Implementing: Bull, BSDI, FreeBSD, Mentat, NovelL,SGI, dan lain sebagainya.
Berdasarkan data dari 6BONE (http://www.6bone.net) saat ini telah terdapat
200 situs yang terdapat di 39 negara yang telah bertarsipasi dalam pengembangan tentang
IPv6 ini, dan terdapat berbagai lembaga yang turut berpartisipasi mengadakan riset
mengenai IPv6 ini, diantaranya adalah: CAIRN, Canarie, CERNET, Chunghawa Telecom,
DANTE, Esnet, Internet2, IPFNET, NTT, Renater, Singren, Sprint, SURFnet, vBNS,
WIDE. IANA sebagai lembaga tertinggi untuk pembagian Internet Resource telah
mengalokasikan IPv6 resource ke 3 Regional Internet Registries (RIR), dengan perincian
sebagai berikut:
1. APNIC : 2001:0200::/23
2. ARIN : 2001:0400::/23
3. RIPE NCC : 2001:0600::/23
Pada saat ini terdapat 3 Regional Internet Registries (RIR) yang telah
mengalokasikan 49 allocate IPv6 dengan perincian sebagai berikut :
1. APNIC telah mengalokasikan 19 allokasi IPv6.
2. RIPE NCC telah mengalokasi 21 allokasi IPv6.
3. ARIN telah mengalokasikan 9 allokasi IPv6.
Untuk mendapatkan status daftar dari allokasi IPv6 oleh Regional Internet
Registries anda bias mendapatkan informasi ini di situs 6Bone (http://www.6bone.net).
F. Kesimpulan & Saran
IPv4 yang merupakan pondasi dari Internet telah hampir mendekati batas akhir
dari kemampuannya, dan IPv6 yang merupakan protokol baru telah dirancang untuk dapat
menggantikan fungsi IPv4. Motivasi utama untuk mengganti IPv4 adalah karena
keterbatasan dari panjang addressnya yang hanya 32 bit saja serta tidak mampu mendukung
kebutuhan akan komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu
lintas data. IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa (128 bit), mendukung
penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan
menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPv4. IPv6 memiliki tipe
address anycast yang dapat digunakan untuk pemilihan route secara efisien. Selain itu IPv6
juga dilengkapi oleh mekanisme penggunaan address secara local yang memungkinkan
terwujudnya instalasi secara Plug&Play, serta menyediakan platform bagi cara baru
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 12 -
pemakaian Internet, seperti dukungan terhadap aliran data secara real-time, pemilihan
provider, mobilitas host, end-to-end security, ataupun konfigurasi otomatis. Untuk
informasi mengenai IPv6, kami sarankan anda untuk mengakses situs 6BONE (
http://www.6bone.net ) , pada situs ini anda bisa mendapatkan informasi mengenai status
dan hasil riset dari berbagai partisipan yang tergabung di 6BONE ini. Selain itu anda bisa
mendapatkan informasi mengenai IPv6 dengan mengunjungi situs berikut ini:
v http://www.6ren.net
v http://www.6tap.net
v http://www.ipv6.org
v http://www.ipv6forum.com
Pengenalan TCP IP V.6/ yagung.wordpress.com/FIK UNSUB 2008
- 13 -
Daftar Pustaka
o http://playground.sun.com/ipng
o http://www.6ren.net
o http://www.6tap.net
o http://www.ipv6.org
o http://www.ipv6forum.com
o http://www.apnic.net/policies.html
o http://www.apnic.net/drafts/ipv6/IPv6-FAQ.html
o http://www.apnic.net/drafts/ipv6/ipv6-policy-280599.html
o http://www.6bone.net/misc/case-for-ipv6.html
o Robert M. Hinden, IP Next Generation Overview,
http://playground.sun.com/pub/ipng/html/INET-Ipng-Paper.html .

0 komentar:

Poskan Komentar